News Photo

Mahasiswa Unipa Bekali Masyarakat Magepanda Terkait Alur Pelaporan Kasus Kekerasan

Prodi Psikologi, Maumere – Meningkatnya kasus kekerasan pada anak dan perempuan membuat para ibu di desa banyak mengalami kesulitan dan minim pengetahuan terkait alur pelaporan kasus pada anak maupun perempuan.

Untuk itu, mahasiswa Psikologi Universitas Nusa Nipa gelar kegiatan Psikoedukasi kekerasan pada anak dan KDRT pada masyarakat Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka bertepatan dengan Hari Ibu pada 22 Desember 2021 lalu.

Ketua Kelompok Paulus Lunga kepada Ekora NTT baru-baru ini menyatakan masyarakat Reroroja diberikan pengetahuan terkait ke mana mereka mengadu dan tempat-tempat untuk mendapatkan bantuan pelayanan terkait kasus kekerasan pada usia anak maupun perempuan.

“Warga setempat merasa kesulitan soal alur pelaporan juga karena belum paham. Oleh karenanya, kami  menginformasikan tentang lembaga bantuan seperti Tim Relawan Untuk Kemanusiaan (TRUK), Lembaga Bantuan Hukum dan Lembaga Layanan Psikologi,” ujar Paul.

Salah satu pemateri dari mahasiswi Psikologi Unipa Anggraini Putri ketika membedah materi Psikoedukasi KDRT menyatakan salah satu faktor penyebab KDRT adalah kurangnya komunikasi yang baik antara pasangan suami istri.
 
“Tanpa adanya komunikasi yang baik dalam rumah tangga membuat situasi keluarga tidak nyaman. Selain itu kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh salah satu pasangan juga pemicu terjadinya kasus kekerasan,” ungkap Putri.

Selain itu, tambah Putri, yang patut digarisbawahi adalah perlu belajar mengetahui tanda-tanda kekerasan baik kekerasan fisik, emosional, seksual maupun penelantaran.

“Dengan melihat tanda-tanda atau gejala tersebut kita akan mengetahui seorang anak mengalami kekerasan atau tidak. Peran orang-orang sekitar merupakan poin penting untuk mengurangi kasus kekerasan yang terjadi dan keluarga sebagai tempat tumbuh kembang anak dan keluarga harus memberikan pola pengasuhan yang baik untuk tumbuh kembang seorang anak yang lebih baik,” tegas Putri.

Kegiatan ini diawali dengan ice breaking. Warga masyarakat Reroroja antusias berbicara tentang dua isu kekerasan dan hal tercermin dalam diskusi bersama.

Untuk diketahui pemberian Psikoedukasi kekerasan pada anak dan KDRT merupakan bentuk aplikasi dari dua mata kuliah program studi yakni Child Abuse dan Psikologi Bencana dampingan dua dosen Psikologi Unipa Maria Nona Nancy dan Epifania Ladapase.

SHARE_THIS_NEWS

Bakti Nyata untuk Nian Tana